Kualitasnya Diragukan, CV. Berkah Makmur Garap Proyek Jalan di Pamarayan Dikeluhkan Warga

Reportase : Roni Jaelani / Nono

Editor : Hairuzaman.

SERANG – Kabarexpose.com |

Dari beberapa titik proyek betonisasi jalan yang berada di Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, yang dikerjakan oleh CV. Berkah Makmur.yang beralamat di Kampung Jambe RT.03/RW 01.Desa Kosambi Dalam, Kecamatan Mekar Baru. Kabupaten Tangerang. Provinsi Banten, yang menggarap kegiatan pekerjaan rekonstruksi jalan paket 19 Kecamatan Pamarayan dan Bandung.

Proyek rekonstruksi jalan paket 19 Kecamatan Pamarayan dan Bandung itu dananya bersumber dari.DTU-DAU-APBD Kabupaten Serang, Tahun Anggaran 2024.
Dengan nomor SPK (Kontrak) :
620/06-PK.HS6932245/SPK/RKN/JLN. Paket 19/KPA-BRU/DPUPR/2024.Dengan nilai kontrak anggaran sebesar :
Rp.3,915 Miliar lebih.

Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, pada Kamis (8/8/2024), menyebutkan, adanya kejanggalan yang ditemukan dalam pelaksanaan proyek tersebut. Tampak begitu jelas aggregate pengerasan badan jalan dalam pengecoran dilakukan dengan cara melangsir dengan menggunakan kendaraan dhum truck. Hal itu lantaran kurangnya becksos dasar. Tak ayal lagi, sehingga dasar badan jalan menjadi rusak dan bergelombang. Bahkan mobil langsir pun menjadi amblas.

Celakanya lagi, pelaksana proyek jalqn betonisasi tersebut tetap memaksakan pengecoran jalan tanpa dibarengi dengan pembenahan pemerataan pengerasan aggregate. Sehingga dikhawatirkan kualitas kekuatan jalan menjadi berkurang.

Salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Pamarayan yang tidak mau disebutkan namanya, pada Kamis (8/8/2024), menyatakan, dirinya menunjukkan beberapa kejanggalan dalam pelaksanaan proyek ini. “Sesungguhnya saya dari perwakilan masyarakat banyak berterima kasih kepada Pemda Kabupaten Serang, yang pada saat ini melaksanakan betonisasi jalan di desa kami. Namun, dalam pelaksanaannya bisa dilihat kondisinya dikerjakan asal jadi.

Menurut ia, pihaknya sangat menyayangkan CV..Berkah Makmur sebagai pelaksana proyek jalan betonisasi itu seakan-akan bekerjanya asal-asalan atau asal jadi. “Saya merasa khawatir proyek jalan ini diduga kuat hanya sebagai ajang korupsi saja. Pasalnya, tidak adanya Peltek dari DPUPR Kabupaten Serang maupun konsultan.

“Karena itu, saya sangat khawatir dalam pelaksanaan proyek ini dikerjakan asal jadi. Sehingga masyarakat yang seharusnya bisa memanfaatkan dalam jangka panjang, ternyata rusak lebih cepat. Kami berharap  pihak yang terkait agar mengontrol pekerjaan jalan betonisasi ini,” bebernya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *