Reportase : Nono.
Pemimpin Redaksi : Hairuzaman.
Serang | KABAR EXPOSE.com —
Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang sekarang sedang gencar-gencarnya di kebut pengerjaannya hampir di seluruh Indonesia. Program pemerintah ini bertujuan guna meningkatkan ekonomi desa, terutama untuk kesejahteraan masyarakat.
Berfokus pada pembentukan koperasi di desa-desa untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, meningkatkan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dan kecil, serta mengurangi ketimpangan antara ekonomi desa dan kota.
Tujuan utama Koperasi Desa Merah Putih adalah sebagai meningkatkan ekonomi desa. Dengan meningkatkan produksi dan distribusi baik hasil pertanian, perikanan dan peternakan. Mengurangi kemiskinan:dengan akses ekonomi yang lebih luas dan peluang usaha baru. Menjaga ketahanan pangan dengan meningkatkan distribusi pangan dan stabilitas harga ssrya mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan menyediakan bahan baku dan menghubungkan produksi desa dengan kebutuhan program pemerintah.

Seperti salah satunya.yang sekarang sedang melaksanakan program tersebut adalah Desa Majasari, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Saat ini kantor KDMP Desa Majasari sedang dalam tahap pengerjaan.
Menurut Babinsa Koramil 0602-21/Kopo, Serka Usup, KDMP Desa Majasari yang termasuk dalam binaannya sekarang sedang dikebut pengerjaannya. Akan tetapi, dalam pengerjaan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pasalnya, ada beberapa persoalan yang menjadi kendala dan cukup menghambat pekerjaan Kantor KDMP yang sedang dikawal dan didampingi.
Menurut Serka Usup, ada beberapa tiang listrik PLN yang posisinya ada di dalam ruangan. Dimana nantinya akan dipondasi. Sebelumnya ada 4 tiang Wifi dan bukan milik Telkom dan sudah kami surati ke pihak terkait.
“Alhamdulillah, ada respons dari pihak terkait hasilnya sudan ditangani dengan cepat. Kami pun tentunya, mengedepankan etika dan dari masing-masing pihak yang berkepentingan terutama untuk mendukung program pemerintah dengan saling berkoordinasi,” tegas Serka Usup.
Masih menurut Serka Usup,.sekarang masih ada 1 tiang PLN, Jadi, pihaknya sekarang masih menunggu respons cepat dari pihak Perusahaan Listrik Negara agar ada solusi supaya tiang listrik tersebut bisa dibongkar dan dipindahkan ke tempat aman. Sehingga tiang listrik tersebut tidak menghambat proyek yang sedang kerjapan.
Diketahui, Pemerintah Desa Majasari satu bulan yang lalu sudah melayangkan surat ke pihak PLN yang berlokasi di Kecamatan Kibin sebelah tol Cikande. Akan tetapi, sampai berita ini ditayangkan belum ada respons.
“Kami mohon ke pihak PLN untuk segera menindaklanjuti surat permohonan dari Pemerintah Desa Majasari agar tidak menghambat pembangunan kantor KDKMP,” tutup Serka Usup.












