Reportase : Nono / Ujang Sutisna.
Pemimpin Redaksi : Hairuzaman.
Serang | KABAR EXPOSE.com —
Warga Kampung Bedeng, Desa Panyabrangan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, memanfaatkan Kali Mati bekas aliran Kali Ciujung untuk budidaya ikan dengan metode waring apung. Salah satu warga, Roni, memaparkan bahwa sebelumnya kali ini banyak ditumbuhi eceng gondok, namun setelah dibersihkan, warga memulai budidaya ikan nila, mas, dan lele.
Roni mengatakan bahwa proses budidaya ikan memerlukan ketekunan dan kesabaran, namun hasilnya dapat membantu perekonomian keluarga dan masyarakat sekitar.
“Alhamdulillah, sekarang saya sudah punya 10 waring apung. Bagi kami, yang menekuni di bidang itu, yang diperlukan terutama ketekunan dan kesabaran agar hasilnya bisa maksimal menjadi benih ikan yang siap ditebar (pembesaran),” ujarnya.
Maman, warga lainnya, membenarkan bahwa budidaya ikan memerlukan waktu sekitar 6 bulan untuk mencapai ukuran yang siap dikonsumsi.
“Tapi, kalau rutin memberi pakan ikan dalam jangka waktu 5 bulan bisa panen dan ini dapat membantu perekonomian terutama untuk keluarga, juga untuk masyarakat sekitar baik usaha menengah dan mikro,” katanya.
Maman juga menyampaikan bahwa budidaya ikan ini masih dilakukan secara perorangan tanpa ada kelompok ataupun bantuan dari instansi terkait atau Dinas Perikanan Kabupaten Serang, Provinsi Banten.
“Bagi masyarakat baik, perorangan dan khalayak umum, saya bisa bagaimana tata caranya membudidayakan berbagai jenis ikan yang benar. Yang terpenting ketekunannya untuk belajar dan tidak cepat bosan,” tutupnya.


