Tangerang | KABAR EXPOSE.com —
Seni budaya yang dikembangkan Desa Pakalan yaitu seni budaya Pencak Silat dengan adat Betawi. Pencak Silat tersebut menggunakan pakaian ciri khas dengan baju hitam serta menggunakan peci berwarna hijau. Sehingga bisa memeriahkan acara Musyawarah Perencanaan Pembanguann (Musrenbang) Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, pada Selasa (27/1/2026). Kegiatan itu bertempat di aula Kecamatan Teluk Naga.
Tak pelak, sehingga penampilan budaya Pencak Silat tersebut membuat para tamu undangan serta para kepala desa se-Kecamatan Teluk Naga sangat antusias dan terpukau seakan membuat semakin meriah.

Dalam acara tersebut turut hadir Babinsa, Bhabinkamtibmas.Polsek Teluk Naga, serta para Anggota DPRD Kabupaten Tangerang maupun Provinsi Banten.
Salah satunya H. Pinan, SH, dari DPRD Provinsi Banten, yang dalam sambutannya sangat antusias menerima aspirasi dari warga yang hadir. Termasuk para kepala desa. Bahkan seluruh steckholder dari Kabupaten Tangerang yang mewakili.
Camat Teluk Naga, Kurnia, S. STP., M.Si, dalam sambutannya mengatakan,
ada beberapa kegiatan yang akan diprioritaskan. Salah satunya pembangunan jalan yaitu dari Desa Pakalan hingga Tanjung Pasir sekitar tiga kilometer serta akan adanya pelebaran jembatan Kalibaru.
Selain itu juga pembangunan jalan dari Bojong Renged menuju Teluk Naga agar bisa menjadi dua jalur. Ia berharap ada penambahan lampu jalan yang masih minim yakni dengan penambahan pemasangan CCTV.
Camat Teluk Naga, Kurnia, menjelaskan, bagaimana caranya menyikapi sampah yang masih semrawut. Pihaknya berharap kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan serta akan mengadakan tambahan sepeda motor roda tiga agar dapat masuk ke gang kecil.
“Sehingga sampah yang ada di masyarakat bisa diambil dengan mudah. Selain itu bisa dibuang ke.tempat pembuangan semetara (TPS) dan menyikapi penanganan banjir. Karena hampir ada sebelas desa yang masih terdapat genangan air hujan,” ujarnya.
Dalam Musrenbang Kecamatan Teluk Naga tersebut juga diadakan berupa progtam unggulan UMKM seperti keripik sukun, abon kerang dan jenis usaha lainnya yang terdiri dari beberapa desa hingga para tamu undangan dapat melihat pengembangan masing-masing UMKM. (Agus/Red).












