Tendangan Brutal ke Lawan, Muhammad Hilmi Gimnastiar Diganjar Seumur Hidup Tak Boleh Main Sepak Bola

Surabaya | KABAR EXPOSE.com

Aksi pesepakbola, Muhammad Hilmi Gimnastiar melayangkan tendangan ke dada pemain Perseta 1970 Tulungagung berakhir dengan hukuman berat.

Adapun Muhammad Hilmi Gimnastiar dilarang untuk beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup.

Berdasarkan sidang yang digelar Selasa (6/1/2026), Komdis PSSI Jatim mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 001/KOMDIS/PSSI-JTM/I/2026.

Dalam amar putusannya, Muhammad Hilmi dinyatakan secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran berat yang membahayakan nyawa lawan.

“Perbuatan tersebut tidak hanya mencederai nilai sportivitas, tetapi juga membahayakan keselamatan pemain lain. Oleh karena itu, Komite Disiplin memandang perlu menjatuhkan sanksi tegas berupa larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup,” tegas Ketua Komdis PSSI Jatim, H Samiadji Makin Rahmat.

Selain hukuman fisik dan profesi, Hilmi juga diwajibkan membayar denda administratif sebesar Rp2,5 juta.

Langgar Pasal Berlapis

Insiden yang terjadi di Stadion Gelora Bangkalan, pada Senin (5/1/2026) kemarin, dikategorikan sebagai violent conduct (tingkah laku buruk yang sangat kasar).

Komdis menilai tindakan Hilmi melanggar Pasal 48 juncto Pasal 49 Kode Disiplin PSSI, serta Pasal 10 dan 19 Kode Disiplin PSSI 2025.

Berdasarkan fakta persidangan, tendangan tersebut berpotensi menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang bagi Firman Nugraha.

Hal tersebut yang menjadi pertimbangan utama majelis sidang, untuk memberikan efek jera yang maksimal bagi seluruh insan sepak bola tanah air.

Upaya Banding Masih Terbuka

Meskipun vonis ini tergolong sangat berat, PSSI Jatim menyatakan, bahwa Muhammad Hilmi masih memiliki hak untuk mengajukan upaya banding sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Namun, selama proses tersebut belum diputuskan, sanksi larangan beraktivitas tetap berlaku.

Keputusan ini diharapkan menjadi alarm keras bagi seluruh pemain di Liga Indonesia, agar senantiasa menjunjung tinggi aspek keselamatan dan disiplin dalam setiap laga.

“Kami tidak memberikan ruang bagi tindakan yang mengancam nyawa di lapangan hijau,” pungkas Makin Rahmat. (Hrz/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *