Jalarta | KABAR EXPOSE.com —
Kolonel Inf Wahyo Yuniartoto , ajudan Presiden Prabowo Subianto dipromosikan sebagai Kapoksahli Pangdam IX/Udy. Dia menggantikan Brigjen TNI Agus Muchlis Latif. Dengan begitu, Perwira Kopassus itu pecah bintang menjadi Brigjen TNI atau jenderal bintang 1.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memberikan promosi jabatan kepada 15 perwira yang menyandang pangkat Kolonel, salah satunya Wahyo Yuniartoto. Promosi jabatan tersebut tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1664/XII/2025 yang ditandatangani pada 15 Desember 2025.
Dalam SK mutasi tersebut, total 187 Pati TNI masuk dalam daftar mutasi, rotasi, dan promosi jabatan. Mereka terdiri atas 109 Pati TNI Angkatan Darat (AD), 36 Pati TNI Angkatan Laut (AL), dan 42 Pati TNI Angkatan Udara (AU).
Sekelumit mengenai Wahyo. Dia merupakan perwira TNI kelahiran Purbalingga, 18 Juni 1978. Wahyo menggantikan Letkol Inf Teddy Indra Wijaya yang diangkat menjadi Sekretaris Kabinet (Seskab).
Wahyo lulus dari Akademi Militer (Akmil) tahun 2001. Sebelum menjadi ajudan Presiden Prabowo, Wahyo mengemban beberapa jabatan penting yakni Staf Umum Danjen Kopassus di bidang Perencanaan, Operasi, dan Latihan; Asisten Operasi Kopassus; dan Komandan Grup 2 Kopassus.
Gaya bicaranya yang tegas, runtut, dan penuh semangat membuatnya kerap diundang sebagai motivator baik di kalangan militer maupun sipil. Julukannya sebagai “The Sun” atau “Bapak Matahari” diberikan oleh anak buah dan banyak kalangan karena kemampuannya menginspirasi dan memotivasi.
Keahlian militer Wahyo juga diakui dengan berbagai brevet seperti Brevet Komando Kopassus, Free Fall, Pandu Udara, dan Jungle Warfare. Dia juga menerima berbagai tanda jasa, termasuk Satya Lencana Ksatria Yudha, Dharma Nusa, Wira Dharma, dan beberapa penghargaan kesetiaan.
Karier militernya yang cemerlang diikuti oleh berbagai prestasi dan penghargaan. Wahyo meraih peringkat 1 dalam Suspa Jasmil, pendidikan Komandan Batalyon, serta pendidikan Komandan Kodim. Selain itu, dia berhasil membawa Tim Pencak Silat Indonesia menjadi juara umum pada kejuaraan dunia di Malaysia dan SEA Games ke-32 saat menjabat sebagai Manajer Tim. (Hrz/Red).












