Warga Desa Mekar Jaya Cikedal Gelar Audiensi Terkait BUMDes

Dinilai Tak Transparan

Reportase : Sukri.

Pemimpin Redaksi : Hairuzaman

Pandeglang | KABAR EXPOSE.com

Badan Usaha Milik Desa( BUMDes) Desa Mekar Jaya, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Banten, yang dinilai tidak transparan digrudud warga Desa Mekar Jaya. Sebanyak 23 orang warga menggelar audiensi terkait BUMDes.

Mulai dari pembentukan Ketua BUMDes yang baru diduga tidak transparan dan tidak ada musyawarah, kontrak lahan untuk budidaya ikan nila yang dinilai terlalu tinggi, Termasuk pula Surat Keputusan (SK) Ketua BUMDes dan AD/RT-nya.

Dengan d gelarnya audiensi, warga Desa Mekar Jaya yang disambut positif oleh Kepala Desa, Epen bersama jajaranya pada Jum’at (17/10/2025) pukul 08.30 WIB yang dihadiri para peserta audiensi, Kepala Desa Mekar Jaya, Epen, Bhabinkamtibmas Cikedal, Babinsa serta warga Desa Mekar Jaya.

Warga Desa Mekar Jaya mendesak agar kegiatan yang dilakukan BUMDes harus transparan terhadap warganya, Hal ini dibuktikan oleh warga desa yang penuh tanda tanya akibat tidak transparannya kegiatan BUMDes, Mulai dari pembentukan Ketua BUMDes yang tidak dijetahui oleh masyarakat, kontrak lahan untuk budidaya/ penggemukan ikan nila yang nilainya dianggap cukup fantastis.

Sementara itu, untuk 4 petak kolam ikan nila senilai Rp.64 juta per 2 tahun untuk budidaya atau enggemukan ikan nila. Program Ketapang tahun anggaran 2025 tahap 1 dan sialnya lagi pada saat Ketua BUMDes yang baru dipertanyakan struktur pengurus, tampak kebingungan dan tidak terpampang. Tak ayal, akibatnya muncul kecurigaan masyarakat bahwa diduga kuat pembentukan pengurus BUMDes tidak sesuai aturan.

Warga Desa Mekar Jaya minta kontrak lahan yang nilainya cukup besar itu agar ditinjau kembali, Selain itu, program Ketapang yang sedang belangsung dikelola oleh BUMDes, masyarakat akan terus memantau dan mengawasi kegiatan program Ketapang ini hingga panen. Apabila pihak pengurus BUMDes ke depan tidak transparan seperti yang terjadi, maka warga Desa Mekar Jaya  akan mengerahkan massa yang lebih besar lagi, Kita tunggu saja sampai panen untuk yang sekarang, Hal ini disampaikan oleh warga Desa Mekar Jaya yang melakukan audiensi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *