Proyek Pengembangan Sarana Usaha di Desa Kosambi Ronyok Tingkatkan Ekonomi dan Gizi Masyarakat

Reportase : Babay Suiah.

Pemimpin Redaksi : Hairuzaman

SERANG | Kabarexpose.com

Proyek pengembangan sarana usaha di Desa kosambi Ronyok, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten, menjadi sorotan setelah anggaran sebesar Rp.117.058.500, termasuk untuk pelaksanaan bimbingan teknis di Balai Besar Sukabumi, resmi dialokasikan. Proyek ini dipimpin oleh Amin selaku Ketua Proyek, menargetkan peningkatan pendapatan desa. Sekaligus pemenuhan gizi masyarakat melalui budidaya ikan Bangkok merah sebanyak 4.500 ekor.

Dalam pernyataannya, Amin menyampaikan harapan besar terhadap keberhasilan proyek ini. “Ke depannya, ini menjadi sarana usaha desa dan masyarakat. Hasilnya bisa dijual dengan harga yang bagus. Sehingga memberikan kontribusi pada Pendapatan Asli Desa (PAD). “Dampaknya tentu akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Baik secara ekonomi maupun dalam pemenuhan kebutuhan gizi,” ungkapnya pada Minggu (12/1/2025).

Agus Salim, Supervisor Keuangan Desa Kecamatan Anyer, juga turut berperan aktif dalam proyek ini. Ia menyatakan, selain mengawasi penggunaan anggaran, ia juga memberikan pendampingan terkait teknik pengelolaan keuangan desa agar proyek berjalan dengan baik dan transparan. “Sebagai supervisor keuangan desa, saya memastikan semua tahapan dilaksanakan sesuai prosedur. Dengan demikian, hasil yang dicapai bisa optimal dan tepat sasaran,” ujarnya.

Lurah kosambi Ronyok, Syarip Hidayatullah, S.IP, juga mendukung penuh inisiatif ini. Menurut ia, pengembangan usaha budidaya ikan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Baik dari sisi ekonomi maupun kesehatan. “Kami berharap program ini berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas,” katanya.

Proyek budidaya ikan Bangkok merah ini tidak hanya diharapkan mampu meningkatkan pendapatan desa. Akan tetapi, juga membuka peluang usaha baru bagi warga sekitar. Dengan keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah desa dan masyarakat, proyek ini diharapkan menjadi model pengelolaan usaha desa yang berkelanjutan dan inovatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *