https://www.fapjunk.com https://pornohit.net london escort london escorts buy instagram followers buy tiktok followers
Saturday, February 24, 2024
Home Sudut Pandang Jalan Damai Dakwah Mus'ab bin Umair

Jalan Damai Dakwah Mus’ab bin Umair

Penulis : M. Ishom El Saha.                              Editor : Hairuzaman.

Mus’ab bin Umair merupakan sahabat Rasulullah SAW yang pertama kali ditunjuk sebagai duta Islam di Madinah. Beliau adalah sosok yang cerdas, fasih membaca Al-Qur’an, dan dikenal hidup sederhana.

Di kota Madinah beliau berteman dekat dengan salah seorang golongan Anshar yang berbaiat aqabah I, bernama As’ad b. Zurarah. Pemuda Madinah dari Bani Najjar ini digambarkan memiliki karakter yang mirip dengan Mus’ab bin Umair, yaitu sama-sama ramah dan baik dengan orang lain.

Kedekatan Mu’ab bin Umair dengan As’ad bin Zurarah dianggap sebagai ancaman bagi pemimpin kabilah di Kota Madinah. Mereka berdua dikhawatirkan dapat mempengaruhi pemuda-pemuda Madinah untuk memeluk agama Islam dan melemahkan loyalitas kesukuan mereka.

Untuk mencegah pengaruh kedua pemuda kader Rasulullah SAW itu, timbul ide jahat dari pimpinan Bani Aus bernama Sa’ad bin Mu’adz yang saat itu belum memeluk agama Islam. Sa’ad bin Mu’adz membujuk Usaid bin Hudair agar mengusir duta Nabi SAW yang bernama Mus’ab bin Umair dari tanah Madinah.

Usaid bin Hudair terpancing dengan provokasi Sa’ad bin Mu’adz. Dengan wajah garang dan menenteng tombak, ia mendatangi tempat di mana Mus’ab bin Umair dan As’ad bin Zurarah biasa belajar ilmu agama Islam.

Dengan amarah memuncak, Usaid bin Hudair berbicara lantang mengusir Mus’ab. Namun, sahabat Nabi tak bergeming dan membiarkan lawan bicaranya itu melampiaskan seluruh isi kepalanya. Sesudah Usaid terdiam, baru Mus’ab berkata: “Alangkah terhormatnya seorang tokoh Madinah apabila duduk terlebih dahulu, sebelum berkata-kata.”

Mendengar perkataan Mus’ab tersebut, Usaid menurutinya sambil berkomentar: “Qod ansohta” (bijaksana sekali engkau!). Baru kemudian Mus’ab bin Umair menjelaskan kapasitas dirinya datang dan menetap di Madinah dan menyampaikan misi Rasulullah SAW kepada Mus’ab.

Mendengan penjelasan dan bacaan Al-Qur’an yang disampaikan Mus’ab bin Umair rupanya terketuk hati Usaid untuk memeluk agama Islam. Dia pun berkata: “Apa yang kau lakukan sekiranya kamu memeluk Islam”.

Pertanyaan Usaid ini sejatinya mewakili isi hatinya tentang apa yang perlu dia kerjakan sebagai seorang mu’allaf. Kemudian Mus’ab memberikan penjelasan: “Bersihkan badan-mu dari najis dan mandi besarlah! Sesudah itu bacalah kalimat dua syahadat!”

Setelah yang diajarkan Mus’ab dikerjakan semuanya oleh Usaid, maka ia pun kembali untuk menemui Sa’ad bin Mu’adz. Akan tetapi dengan tujuan yang lain. Dalam benaknya terpikir bagaimana caranya mendatangkan Ketua Suku Aus itu dan berjumpa langsung dengan Mus’ab bin Umair supaya masuk Islam juga.

Kedatangan Mus’ab di kediaman Sa’ad dalam kondisi sumringah dianggap aneh oleh orang-orang Bani Aus. Usaid tidak menyampaikan bahwa dirinya telah masuk Islam, tetapi memberi kabar bahwa As’ad bin Zurarah yang merupakan anak bibinya Sa’ad bin Mu’adz dalam ancaman orang-orang yang akan membunuhnya.

Usaid berkata demikian, maksudnya bukan untuk berbohong. Akan tetapi dengan tujuan supaya As’ad mau datang langsung menemui Mus’ab.

Rupanya Sa’ad kendati berbeda keyakinan dengan As’ad bin Zurarah, tetapi ia tetap ber-empati dan solidaritas kelompok telah menyulutnya untuk datang menemui Mus’ab bin Umair. Dengan wajah garang dan menenteng tombak, dia membentak-bentak duta Rasulullah SAW itu.

Mus’ab dengan sikap tenang mendengarkan Sa’ad, sama seperti saat pertama menemui Usaid bin Hudair. “Duduklah, sebab tidak pantas seorang tokoh berkata-kata sambil berdiri,” kata Mus’ab.

“Alangkah bijaksananya kamu!” Jawab Sa’ad bin Mu’adz sembari duduk dan meletakkan tombaknya. Kemudian Mus’ab menjelaskan misinya di Madinah dan menyampaikan ajaran Islam yang dibawakan Rasulullah SAW berdasarkan ayat Al-qur’an yang dia baca dengan suara fasih dan merdu.

Mendengar penjelasan sahabat Nabi itu terketuklah hati Sa’ad untuk memeluk Islam. Dia diminta mandi besar kemudian dibimbing langsung Mus’ab membacakan kalimat dua syahadat.

Sa’ad telah masuk Islam sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Sa’ad juga berhasil mengajak lebih dari 400 anggota Bani Aus untuk memeluk Islam di bawah bimbingan langsung Mus’ab bin Umair.

Demikian sepenggal kisah Mus’ab bin Umair, seorang duta Islam yang cerdas dan bijaksana. Sehingga ajakannya diterima orang Madinah. Beliau merupakan pembuka jalan dakwah Islam sebelum Rasulullah SAW dan sahabat lainnya berhijrah ke Madinah. **

RELATED ARTICLES

Sayyidul Istighfar Dibaca Mulai Bulan Rajab, Ini Faedahnya

               Penulis : M. Ishom El Saha.              Editor : Hairuzaman. Memasuki bulan Rajab yang...

Bedah Ilmu Jurnalistik Bersama Laskar Pelangi

                     Oleh : HAIRUZAMAN.                      (Penulis...

COGITO ERGO SUM

                Oleh : HAIRUZAMAN.                     (Penulis Buku dan Praktisi...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Menteri ATR/Kepala BPN Dapat Nasihat Soal Pertanahan dan Tata Ruang Dari KH. Ma’ruf Amin

Reportase : Ahmadin.                                  Editor : Hairuzaman. Jakarta - Kabar...

Aktivis Muda Apresiasi Pemeliharaan Jalan di Desa Cirumpak yang Digarap UPT 6 Kabupaten Tangerang.

Jamin, Aktivis Muda Apresiasi Pemeliharaan Jalan di Jalan Desa Cirumpak, Kecamatan Kronjo, Yang di Kerjakan UPT 6 Wilayah Kabupaten Tangerang Kabupaten Tangerang, Kabarexpos.com - Pemeliharaan...

Audensi Dugaan Perselingkuhan ASN di DP3AP2KB Lebak, Ormas GAIB Tindak Lanjuti Hasil Audensi

Audiensi Dugaan Perselingkuhan ASN Di DP3AP2KB Lebak, Ada Perbedaan Penafsiran Soal Status "NS" Ormas GAIB Tindaklanjuti Hasil Audiensi. Lebak - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ormas GAIB...

Harga Beras Naik, Masyarakat di Lebak Selatan Mengeluh

Harga Beras Mahal Warga Masyarakat Tidak Bisa Makan Siang Hari   Lebak -Kabar expos com  Akibat harga beras melambung tinggi masyarakat tidak Di Khawatirkan tidak bisa...

Recent Comments